Jumat, 21 Oktober 2016

Penjelasan FIM soal Hukuman Rossi di FP1 GP Australia


AGEN POKER – Pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, harus menerima kenyataan pahit dari Federasi Balap Internasional (FIM) perihal latihan bebas pertama GP Australia yang berlangsung Jumat 21 Oktober 2016 pagi WIB. The Doctor dianggap menggunakan ban supersoft ilegal karena melebihi batas putaran yang ditetapkan yakni 10 lap.
Saat menjalani latihan bebas pertama Rossi terhitung melakukan 13 lap dengan menggunakan ban supersoft. Bahkan sebelumnya ia ditetapkan sebagai pembalap tercepat kedua setelah Cal Crutchlow.
Tak beberapa lama kemudian pihak FIM menilai peraih tujuh gelar juara MotoGP itu melewati batas penggunaan karet bundar. Tak pelak Rossi harus kehilangan waktu dan tercecer ke posisi 20 di latihan bebas pertama.    
“Rossi menggunakan 1008B supersoft selama menjalani sesi latihan bebas lebih dari 10 lap. Lantas ia dikenakan pembatalan waktu putaran selama FP1 karena menggunakan ban yang dianggap ilegal,” tulis pernyataan FIM, Sabtu (22/10/2016).

Kamis, 20 Oktober 2016

MEDSOS JADI PERANTARA PRILLY LATUCONSINA DAN FANs



AGENT POKER - Prilly Latuconsina menganggap penting media sosial. Khususnya dalam berkarier di dunia hiburan dan penghubung dengan fans setia, Prillvers.
Pemain film Surat Untukmu ini mengungkapkan bahwa banyak penggemarnya yang berasal dari berbagai kota di Indonesia. Karena tidak dapat bertemu langsung, Prilly dan Prillvers berkomunikasi lewat media sosial.
"Sosial media itu perantara aku sama fansku karena ya fansku banyak yang jauh kan. Ada yang dari luar kota. Jadi enggak bisa ketemu satu-satu. Jadi ya dari media sosial mereka bisa lihat aku, mantau kegiatan aku, aku bisa balas-balasin mereka," ujarnya saat ditemui di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat.
Tidak hanya sebagai perantara, wanita yang dikabarkan dekat dengan Teuku Rassya ini menjadikan media sosial sebagai promo karya yang ditelurkannya.
"Jadi ya itu penting sih karena perantara aku dan mereka. Itu juga salah satu wadah untuk mempromosikan karya-karya aku atau apa pun yang sedang aku lakukan," lanjut Prilly.
Prilly memang aktif menggunakan beberapa media sosial. Namun di antara semua media sosial itu, Prilly mengungkap ada perbedaan dalam penggunaannya.
"Ya itu media sosial aku semua sih sebenarnya. Instagram dan Twitter pasti kan untuk fans. WhatsApp itu isinya orang-orang penting yang pastinya kami berhubungan kerja dan apa semua lewat WhatsApp kan sekarang. Snapchat lebih asik aja lebih private, lebih ke teman-teman. Kalau Path, ya itu juga lebih private. Jadi aku ada sosial media yang enggak bisa disentuh umum, ada yang bisa. Harus dipisahin kan," tukas Prilly Latuconsina.




Prilly Latuconsina (Foto: Sabki/Okezone)

Rabu, 19 Oktober 2016

Harga Cabai Melonjak, Jangan Salahkan Pedagang Menjual Mahal


AGEN POKER  - Kenaikan harga cabai dan bawang yang terjadi akhir-akhir ini disebabkan faktor cuaca. Namun, pasalnya ada permainan yang dilakukan dalam lonjakan harga tersebut.
Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPI) Ngadiran, menganggap adanya permainan yang dilakukan oleh pengusaha besar juga menjadi penyebab terjadinya pelonjakan harga.
“Kami rasa, adanya orang-orang yang menguasai perdagangan dari para pengusaha besar membuat harga cabai dan bawang naik,” ungkap Ngadiran kepada MenangQQ.
Dirinya mengatakan, ketidakberesan yang dilakukan oleh pengusaha besar tersebut diketahui pemerintah. Namun, tidak ada upaya untuk melakukan tindakan tegas.
Malahan, lanjutnya, pedagang yang terpaksa menjual cabai dan bawang dengan harga tinggi malah terkena imbasnya. Pedagang malah dianggap nakal oleh pemerintah karena tidak bisa menjaga harga tetap rendah.
Padahal, pedagang tidak merasa keberatan mengikuti harga sesuai yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Asalkan, lanjutnya, kesejahteraan pedagang tetap diperhatikan.
“Kami berharap pemerintah mampu menepati janjinya, yaitu bagaimana caranya pedagang bisa menjual (bawang dan cabai) dengan harga yang ditetapkan oleh pemerintah tetapi tidak membuat pedagang rugi,” tambahnya.
\Harga Cabai Melonjak, Jangan Salahkan Pedagang Menjual Mahal\

Senin, 17 Oktober 2016


Mengintip Jejak Penjajahan Belanda di Gereja Tugu


AGEN POKER -  zaman penjajahan Belanda di Indonesia, banyak gedung-gedung lama yang menyimpan kisah sedih perjuangan bangsa di kala itu.
Salah satunya Gereja Tugu yang berlokasi di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sekilas ini mungkin hanya bangunan biasa, tetapi gereja ini telah menjadi saksi sejarah adanya penjajah di zaman itu.
"Gedung ini digunakan sebagai tempat beribadah tawanan Belanda yang berbangsa Portugis untuk beribadah dulu," tutur Lauren dan Yohannes sebagai penjaga kemanan gedung kepada
Dulunya, gereja ini digunakan oleh Belanda untuk menahan bangsa Portugis dan dibuat sebagai tempat beribadah untuk pemeluk agama Katolik. Sehingga gedung putih ini menjadi gereja tertua di Jakarta.
"Sudah dari tahun 1700 gedung ini ada, dan banyak digunakan sebagai tempat beribadah. Gedung tidak ada yang berubah, dan strukturnya masih sama," jelas mereka.
Selain menyimpan struktur gedung yang sama, gereja ini juga memiliki lonceng tertua di Jakarta. Lonceng yang biasa digunakan untuk tanda untuk beribadah ini kini sudah diamankan dalam sebuah kaca untuk mempermudah wiatawan melihatnya.
"Lonceng itu ada saat gereja ini berdiri, dan demi menjaga kearifannnya kami memasukan ke dalam kaca," ujar mereka.
Kemudian, jika melipir ke daerah belakang gereja terdapat makam yang menjadi tempat peristirahatan masyarakat Tugu, namun suasana dikemas rapih dan sudah modern.
Tak hanya itu, di sekitar gereja juga ada sekolah TK untuk mendidik anak-anak penerus masyarakat Tugu. Masyarakat Tugu sendiri merupakan keturunan bangsa Portugis dan sudah menetap di sana dari turun menurun.

Mengintip Jejak Penjajahan Belanda di Gereja Tugu

Sabtu, 15 Oktober 2016

Otto Hasibuan: Jessica Dikurung 1 Jam Saja Sudah Enggak Adil


AGEN POKER  –  Otto Hasibuan, pengacara dari terdakwa Jessica Kumala Wongso, menganggap hukum di Indonesia tidak adil apabila kliennya tersebut dijatuhi hukuman. Sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Jessica dengan 20 tahun kurungan penjara.
"Kalau divonis 20 tahun tentu ini tidak adil. Dikurung 1 jam saja sudahenggak adil kok," ujar Otto ketika ditemui di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Sabtu (15/10/2016).
Ia tetap berpegang teguh pada pendirian bahwa dengan bukti-bukti yang tersaji selama pengadilan tidak cukup kuat untuk menjerat Jessica. "Jangan dibuat rumit, ini kasus sederhana sebenarnya," ucap Otto.
Dirinya pun menyerahkan semua keputusan kepada majelis hakim. Otto juga tidak mau menebak hasil vonis yang akan diterima Jessica. "Belum, kita enggak mau berandai-andai dulu," tukasnya.

Otto Hasibuan (kanan) bersama Jessica Kumala Wongso (kanan). Foto Antara